Pandji Pragiwaksono – Pandji Pragiwaksono akan menggelar tur stand up comedy bertajuk Mens Rea sepanjang 2025 ini. Seperti pertunjukan spesial sebelumnya, Pandji tentu akan membawakan materi politik.
Melalui akun X pribadinya, pada Jumat (3/1/2025), Pandji Pragiwaksono mengaku terinspirasi dari aksi trio Bagito di masa lalu. Bagito, yang terkenal di era kepemimpinan Presiden Soeharto, berani membuat lelucon tentang politik.
“Mereka tuh di sketsa, di TV, yang mereka bahas tuh politik, ngomongin rezim,” ujar Pandji Pragiwaksono.
Tak tanggung-tanggung, Bagito di masa itu berani mengkritik keputusan Soeharto yang menunjuk Siti Hardianti Rukmana atau Mbak Tutut sebagai Menteri Sosial.
“Gue inget, waktu itu Pak Harto nunjuk anaknya, Siti Hardianti Rukmana, untuk jadi menteri. Mensos, Mbak Tutut jadi Mensos. Tapi satu Indonesia tuh nggak tahu, Mbak Tutut kerjanya apa. Karena nggak pernah kelihatan kerja. Sekalinya muncul, biasanya dateng pas peresmian-peresmian,” kenang Pandji Pragiwaksono.
“Nah, sama ini orang dibercandain. Apaan sih, menteri kok kerjanya peresmian melulu?” imbuh sang komika.
Kritik disampaikan Bagito lewat sketsa komedi. Di layar televisi, mereka berani menampilkan sosok perempuan yang didandani mirip Mbak Tutut.
“Di TV, mereka bikin sketsa. Ada mbak-mbak didandanin, kayak Mbak Tutut lagi. Ngeresmiin toilet umum,” kisah Pandji Pragiwaksono.
“Tersinggung? Ya tersinggung. Tapi kan kita mikir baik-baik ya, zaman itu presiden nunjuk anaknya jadi menteri aja bisa dibercandain. Masa zaman sekarang, presiden nunjuk anaknya jadi wapres, nggak bisa gue bercandain? Boleh dong,” ujar Pandji Pragiwaksono.
Pandji Pragiwaksono pribadi punya keresahan terhadap posisi Gibran Rakabuming Raka selaku Wakil Presiden RI, karena merasa penunjukkannya terlalu cepat.
“Orang suka nanya sama gue, ‘Mas Pandji kenapa sih seneng banget ngomongin Gibran? Emang Gibran nggak boleh jadi Wapres?’. Boleh, tapi kenapa buru-buru? Kenapa harus ngubah aturan gitu? Nunggu aja nunggu,” pungkas Pandji Pragiwaksono.